<body bgcolor="#F3F4F7" leftmargin="0" topmargin="0" rightmargin="0" bottommargin="0" onLoad="MM_preloadImages ('http://i1110.photobucket.com/albums/h441/sajakmasisir/jpg/banner_4ganti.gif')"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5374933\x26blogName\x3dSajak+Masisir+(Blog+Kabar)\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dLIGHT\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://blogkabar.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://blogkabar.blogspot.com/\x26vt\x3d-3310983913081233887', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
 
 






 
Salam, Selamat datang di Komunitas Sajak Masisir  

Dikirim 28.3.11    
Pengumuman pengiriman Karya TSI-4 Ternate 2011 

Kepada
Yth. Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara:

Dengan Hormat,

Kami beritahukan bahwa Temu Sastrawan Indonesia-4 akan dilaksanakan di Ternate, Maluku Utara, pada 25-29 Oktober 2011. TSI-4 bertema “Sastra Indonesia Abad ke 21, Keragaman, Silang Budaya dan Problematika”. Adapun kegiatan TSI-4 ini meliputi Seminar, Musyawarah Sastrawan, Penerbitan Antologi Sastra, Panggung Sastra, Pameran/Bazar/Launching Buku, Workshop dan Wisata Budaya.

Sehubungan dengan itu, kami mengundang Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara untuk mengirimkan karya dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Puisi :

- lima (5) buah puisi karya asli yang ditulis dalam tahun 2011
- belum dipublikasikan ke media mana pun
- Biodata maksimal 10 baris
- diemailkan ke : puisi.tsi4@gmail.com


B. Cerpen :

- tiga (2) buah cerpen karya asli yang ditulis dalam tahun 2011
- belum dipublikasikan ke media mana pun
- panjang cerpen berkisar 5 halaman sampai 10 halaman kwarto (600 Kata)
- memakai font times new roman size 12
- Biodata maksimal 10 baris
- diemailkan ke : cerpen.tsi4@gmail.com


Pengiriman karya dapat dilakukan sejak: 23 Maret 2011 – 23 Juli 2011. Bagi sastrawan yang karyanya lolos seleksi Dewan Kurator TSI-4, akan mendapat undangan resmi dari panitia TSI-4 dan honorarium tulisan.

Panitia akan menyediakan penginapan (akomodasi), makan-minum (kosumsi) dan transport lokal selama kegiatan berlangsung, uang lelah dan cinderamata. Mengingat keterbatasan dana, maka kami mohon maaf tidak bisa menyediakan biaya transportasi peserta undangan dari tempat asal ke tempat tujuan (pp).

Atas perhatian, kerja sama dan partisipasi Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara, kami ucapkan terima kasih.


Ternate 21 Maret 2011


Salam Takzim,
Panitia Temu Sastrawan Indonesia 4

Ternate 2011



Sofyan Daud Dino Umahuk
Ketua Pelaksana Sekretaris


Dicatat oleh Yogi Hendardi, Jam 1:50 AM |    




Dikirim 20.11.07    
Sayembara Puisi Puitika.Net Edisi Januari 2008 

Puitika.Net membuka (kembali) sayembara puisi untuk menentukan Puisi Bulan Januari 2008 Versi Puitika.Net. Kali ini tema yang diambil adalah "RAHASIA KESEDIHAN."

Persyaratan:

  • Panjang naskah maksimal 500 kata

  • Naskah dikirim melalui situs Puitika.Net (masuk log/mendaftar)

  • Pengiriman naskah paling lambat tanggal 15 Desember 2007

  • Peserta diharapkan telah mengisi biodata dengan lengkap pada Profil Pribadi (masuk log/mendaftar)


Editor akan memilih 10 puisi untuk dipilih langsung oleh pembaca Puitika.Net. Puisi dengan suara terbanyak secara aklamasi akan menjadi Puisi Bulan Ini (Puisi Bulan Januari 2008).

Puitika.Net menyediakan hadiah menarik bagi pemenang pertama, paket buku puisi dan piagam dari Puitika.Net. Tersedia juga hadiah menarik buat pengirim dukungan yang akan diundi oleh pihak panitia.

Periode Pengiriman s/d Pengumuman Pemenang

Batas kirim naskah           : 15 Desember 2007
Pengumuman Nominasi   : Paling lambat 20 Desember 2007
Masa Voting                     : Pengumuman Nominasi - 30 Desember 2007
Pengumuman pemenang  : 1 Januari 2008

Dukungan Anda menentukan puisi terfavorit.

ttd,

Panitia Sayembara Puisi Puitika


Dicatat oleh Sajak Masisir, Jam 3:30 PM |    




Dikirim 30.10.07    
Pesta Penyair Ketujuh Semakin Terbakar 

Komunitas Sajak Masisir (SAMAS) kembali meneriakkan kata-kata dalam perhelatan rutin Sabtu 27 Oktober 2007 lalu. Pada pertemuan ketujuh -terhitung sejak dibentuk pada bulan Juni lalu- komunitas SAMAS semakin lantang dan membakar emosi. Perhelatan rutin kali ini digelar dikediaman saudara Sholahuddin yang akrab disapa Om Ola’.

Dalam kesempatan itu hadir pula perwakilan dari perss Masisir yang diwakili oleh pimred Terobosan saudara Hamdun dan pimred Informatika saudara Agus Khudlori. Presiden PPMI, Talqis Nurdianto, yang dijadwalkan hadir ternyata tidak dapat menghadiri perhelatan kali itu.

Acara yang dimulai pada pukul 17.00 diawali dengan mendiskusikan persiapan pementasan teater yang akan tampil pada acara ulang tahun terobosan pada 09 November nanti. Sang Veteran Muda (El Haq) selaku wakil koordinator dalam pementasan teater memberikan gambaran persiapan yang sudah dilaksanakan sekaligus memberitahukan kembali job discription masing-masing anggota komunitas SAMAS dalam pementasan teater tersebut.

Setelah melaksanakan sholat maghrib, acara inti komunitas SAMAS baru dimulai. Diawali dengan pembukaan oleh moderator saudara Nadzif Shidqi yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh saudara Thabrani Basya. Tokoh yang dikaji dalam perhelatan kali itu adalah Emha Ainun Nadjib (sealnjutnya, Emha atau Cak Nun). Seorang seniman, kyai, atau yang lebih terkenal dengan gelar budayawan. Dalam makalah dan presentasinya, presentator mengulas tentang karakterisitik puisi yang ditulis oleh Emha atau yang lebih akrab dipanggil Cak Nun.

Menurut presentator, selama ini Cak Nun memang tidak begitu dikenal sebagai seorang penyair. Terkadang Beliau juga dikenal sebagai seorang seniman, budayawan, kyai, jurnalis bahkan politikus. Pengalaman tersebut ternyata menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi perjalanan puisi-puisinya. Hal inilah yang membedakan antara Cak Nun dengan para penyair lain semacam Chairil Anwar, Danarto, Rendra, Taufiq Ismail, Hamid Jabbar, Goenawan Muhammad, Sutardji Calzoum Bahri, Abdul Hadi W.M, dan D. Zawawi Imron, yang kebanyakan lebih menjadikan puisi sebagai “satu-satunya jalan sutra” untuk dapat menyampaikan pesan-pesannya. Seakan-akan diversifikasi telah menjadi bagian hidup Cak Nun, seperti juga terlihat pada kolaborasi aliran musik yang dibawakan oleh Kiai Kanjeng yang selalu mengiringinya saat berdeklamasi.

Pembahasan tema karakteristik puisi Cak Nun semakin seru saat beberapa anggota komunitas SAMAS yang hadir turut memberikan komentar atau pertanyaan seputar tema. Salah seorang partisipan komunitas SAMAS saudara Ahmad Ginandjar Sya’ban turut memberikan komentar tentang corak-corak puisi Arab yang mirip dengan puisi-puisi karya Cak Nun. Menurutnya corak atau karakteristik puisi Cak Nun sama dengan syair-syairnya Jalaluddin Rumi atau tokoh-tokoh sufi Tmur Tengah lain.

Sesi kaji tokoh berakhir kemudian dilanjutkan dengan deklamasi puisi tokoh yang dibahas. Deklamasi puisi diawali dari presentator saudara Thabrani Basya dengan “Kemana anak-anak itu”nya Cak Nun. Sedikit berbeda dari perhelatan sebelumnya, setelah deklamasi puisi wajib langsung dilanjutkan dengan deklamasi puisi karya pribadi. Jika salah satu anggota komunitas SAMAS tidak dapat mendeklamasikan puisi pribadinya maka serentak anggota komunitas SAMAS berteriak lantang, “Penyair yang tidak memiliki kepribadian”. Motto itu digunakan sebagai penyemangat para anggota komunitas untuk terus berkarya. (Lay-Mesir)


Dicatat oleh fuddyduddy, Jam 5:52 AM |    




Dikirim 7.6.07    
Pekan Presiden Penyair 2007 : SBY Baca Puisi? 

Teks oleh Frino Bariarcianur

Presiden Penyair Seumur Hidup, Sutardji Calzoum Bachri, sebentar lagi berulang tahun. Hari bahagia itu jatuh pada tanggal 24 Juni 2007. Untuk memperingati hari lahir Sang Presiden, Yayasan Panggung Melayu [YPM] telah mempersiapkan berbagai acara. Acara ini juga rencananya akan dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Apakah yang terjadi bila dua orang Presiden bertemu dalam panggung kebudayaan?

Sutardji Calzoum Bachri, yang lahir 66 tahun lalu tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu penyair terbesar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Puisi-puisinya menggambarkan situasi sosial dalam bahasa puitik yang gelap. Menyebut nama Sutardji adalah menyebut ekspresi puisi Indonesia. Tentu kita masih ingat dalam foto-foto kenangan masa muda Sutardji ketika membaca puisi sambil minum bir. Gayanya yang nyentrik itu sampai saat ini masih membekas.

Yayasan Panggung Melayu (YPM) sebagai panitia penyelenggara akan menggelar Pekan Presiden Penyair, pada tanggal 14-19 Juli 2007. Perhelatan bakal dipusatkan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Adapun salah satu agenda yang telah direncanakan adalah Lomba Baca Puisi Internasional dengan memperebutkan Piala Sutardji Calzoum Bachri. Menurut Asrizal Nur, Ketua Yayasan Panggung Melayu, lomba ini bersifat internasional, terbuka bagi bagi peserta berkewarganegaraan mana pun, dan bersifat lintas kategori.

“Satu-satunya kriteria dalam lomba ini hanyalah batasan usia minimal peserta 15 tahun,” ujar Asrizal.

Lebih lanjut Eri Anugerah, koordinator pers, menerangkan, bahwa Lomba di babak penyisihan akan dinilai oleh tiga orang juri, yakni Yose Rizal Manua, Ahmadun Y Herfanda, dan Sunu Wasono. Pada babak akhir juga akan dinilai oleh tiga orang juri yakni Leon Agusta, Slamet Sukirnanto, dan Tomy F Awuy.

“Panitia telah mempersiapkan uang tunai total 15 juta rupiah dan Piala Sutardji Calzoum Bachri. Acara ini juga akan dilengkapi dengan ziarah budaya ke Makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau,” ujar Eri.

Selain Lomba Baca Puisi, Pekan Presiden Penyair juga akan diisi dengan berbagai acara menarik lain, di antaranya adalah Seminar Internasional yang diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 2007. Seminar ini nantinya menghadirkan 13 pembicara pakar sastra dari berbagai negara, seperti V. Braginsky [Rusia], Dato Kemala [Malaysia], Prof. Dr. Koh Young-Hun [Korea], Suratman Markasan [Singapura], dan masih banyak lagi.

“Kita akan berupaya membahas karya-karya Tardji dari beragam sudat pandang sastra,” ungkap Maman S Mahayana, penanggung jawab seminar. Panitia juga telah menyusun program Talkshow Sutardji bersama Guru dan Siswa. Dan publik dapat pula menikmati sejarah perjalanan Sutardji dalam pameran foto Sutardji. Untuk semakin memeriahkan Pekan Presiden Penyair panitia penyelenggara juga mengundang para seniman terpilih se-Indonesia untuk terlibat dalam acara ini. Seniman-seniman Indonesia itu nantinya tampil pada acara Panggung Apresiasi Karya Sutardji. Selain seniman para pejabat pun akan tampil seperti para Menteri diantaranya Meutia Hatta, Adyaksa Dault, MS Ka’ban, Lukman Edi, serta tak ketinggalan Walikota Tanjungpinang, Bupati Bengkalis, Bupati Kota Baru, Wakil Bupati Bintan, Bupati Pelalawan, dan Bupati Indragiri Hulu.

Keseluruhan perhelatan akan diakhiri dengan Malam Puncak Pergelaran Seni dan Pidato Kebudayaan yang akan menampilkan Ignas Kleden, Sutardji Calzoum Bachri sendiri, serta direncanakan akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Nah, apakah Presiden SBY akan duet membaca puisi dengan Presiden Penyair Sutardji? Kita tunggu saja nanti.[]

Kontak Pantia : Asrizal Nur (Ketua Panitia Acara) 08176378914, Eri Anugerah (Kordinator Pers) 08159930605 atau lewat email : presiden_penyair@yahoo.com

Sumber: http://beritaseni.wordpress.com



Dicatat oleh Sajak Masisir, Jam 10:12 AM |    



TONGUE IN YOUR EAR: Festival Puisi Nasional 

FESTIVAL KESENIAN YOGYAKARTA XIX 2007 mempersembahkan TONGUE IN YOUR EAR: Festival Puisi Nasional, 23-24 Agustus 2007, Jam 19.30WIB–Selesai, Sasono Hinggil, Alun-alun Selatan Kraton. Acara ini akan dipadati penyair-penyair dari hampir seluruh Indonesia. Festival puisi nasional juga menggelar diskusi sastra bertema : “Spirit Penciptaan dan Perlawanan: Menggugat Politik Estetik Sastra Dekaden, Membangun Spirit Penyair Independen”.

Peserta dari Yogya: Faisal Kamandobat, Afrizal Malna, Bustan Basir Maras, Hasta Indriyana, T.S. Pinang, Iman Budhi Santoso, Joko Pinurbo, dan Hamdy Salad.

Peserta luar Yogya: Aslan A. Abidin (Makassar), Agus Hernawan (Padang), Riki Dhamparan Putra (Denpasar), Jamal T. Suryanata (Banjarmasin), Irmansyah (Jakarta), Mardi Luhung (Gresik), Arie MP Tamba (Jakarta), Gus tf (Payakumbuh), Iyut Fitra (Payakumbuh), Hasan Aspahani (Batam/Kepulauan Riau), Marhalim Zaini (Pekanbaru), Wowok Hesti Prabowo (Tangerang), Toto ST Radik (Banten), Tan Lioe Ie (Denpasar), Wayan Sunarta (Karangasem), Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya), Ahda Imran (Bandung), Sindu Putra (Mataram), S. Yoga (Surabaya/Madura), Thompson Hs (Medan), Sihar Ramses Simatupang (Jakarta), Badruddin Emce (Cilacap)

Workshop Penulisan Kritik Sastra, 23 Agustus 2007, Jam 09.00–16.00WIB, Ruang Seminar, Taman Budaya Yogyakarta (Peserta Terbatas Undangan), Pengisi Workshop: Nirwan Ahmad Arsuka (Jakarta) dan Katrin Bandel (Yogyakarta).

Peserta Inti Workshop: Zen Rachmat Sugito (Sejarah-UNY), Sudaryanto (Sastra-UNY), Hatib Abdul Kadir Olong (Sospol-UGM), Afthonul Afif (Alumni Psikologi-Unprok, S2-Sadhar), Fachruddin (Alumni Filsafat UIN), Ndika Mahendra (Sastra Indonesia-UNY), Muchlis Amrin (Sosiologi-UIN), Syamsul Bahri (S2- Sadhar), Muhamad Al-Fayed (Filsafat-UIN), Agus Sulistiyo (Komunikasi-UAJY), Syaiful Aminullah Ghofur (S2-UII), Gugun El-Guyanie (PPM Hasyim Asyari), Yusuf Siregar (Seni Lukis-ISI), Sukarni (Guru Bantu MAN 3 Yogya, Redaksi Majalah Remaja Kuntum), Fauzi Fazhri (Komunikasi-UMY).

Diskusi Sastra mengusung tema “Spirit Penciptaan dan Perlawanan: Menggugat Politik Estetik Sastra Dekaden, Membangun Spirit Penyair Independen”, 24 Agustus 2007, Jam 10.00–13.00WIB, Ruang Seminar, Taman Budaya Yogyakarta. Pembicara: Acep Zamzam Noor, Afrizal Malna, Aslan A. Abidin, Gus tf, Wowok Hesti Prabowo. Moderator: Saut Situmorang

For more information, please contact:
FKY INFO CENTRE (0274) 587712 or Raudal Tanjung Banua 08122729237

Sumber: http://beritaseni.wordpress.com


Dicatat oleh Sajak Masisir, Jam 10:05 AM |    




Dikirim 5.6.07    
Lomba Penulisan Puisi, Cerpen, Essay Bertema "Perempuan, Pluralisme dan Perdamaian" 

Pusat Partisipasi Perempuan Indonesia (P3i )mengadakan lomba penulisan puisi, cerpen, essay Bertema "Perempuan, Pluralisme dan Perdamaian".
Masing-masing penulisan mendapatkan hadiah. Juara I uang tunai total (ketiga kategori) sebesar Rp.1.500.000,- untuk Juara II uang tunai total sebesar Rp.750.000,- dan Juara III mendapat hadiah menarik lainnya.

KRITERIA PESERTA

1. Peserta Warga Negara Indonesia (P/L)
2. Usia 15-35 tahun (cerpen dan puisi), Usia 17-45 tahun (essay)
3. Orisinal, merupakan gagasan baru/pemikiran kritis atau berdasarkan pengalaman penulis
4. Belum pernah dipublikasikan
5. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
6. Naskah tulisan yang sudah dikirim menjadi hak panitia penyelenggara.
7. Naskah menggambarkan perjuangan kaum perempuan Indonesia mengupayakan perdamaian dalam masyarakat pluralis.

8. Peserta hanya mengirimkan 1 naskah untuk 1 kategori


SYARAT PENULISAN

ESSAY
* 8 – 20 halaman
* Spasi 1 ½
* Times New Roman 12

CERITA PENDEK
* 5 - 12 halaman,
* Spasi 1 ½
* Times New Roman 12

PUISI
· 1 – 3 halaman
· Spasi 1 ½
· Times New Roman 12

Batas akhir pengiriman (cap pos)
15 Juli 2007

Naskah dapat dikirimkan melalui :
Email : p3i_2004@yahoo.com
Pos ( print + disket)
Yayasan P3i , Jln Tegalan Klinik I – No. 64 RT 005/04, Palmeriam – Matraman, Jakarta Timur

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi P3i :
kontak person Yani, Septa dan Elly telpon/faks. 021 85905645 atau 0811 840 788, email p3i_2004@yahoo.co.id

Panitia Penyelenggara
Yayasan Pusat Partisipasi Perempuan Indonesia


Dicatat oleh Sajak Masisir, Jam 11:36 PM |    




Dikirim 30.4.07    
Kabar 

Selamat datang di Komunitas Sajak Masisir
Halaman ini untuk berita kesusastraan

Salam,
Komunitas Sajak Masisir






Dicatat oleh Sajak Masisir, Jam 4:48 AM |    




Hadir dari sajak-sajak tercecer, kemudian kami kemas sebagai catatan-catatan duplikat hati yang acap kali meraung menyuarakan irama-irama kebebasan, kesefahaman, penolakan, penyesalan, kritik, keindahan dan romantisme. mungkin hanya rangkaian huruf-huruf setengah jadi, namun izinkanlah ianya dinamai sebagai sajak. Hanya untuk menjembatani inspirasi-inpirasi terpasung, sangat sayang jika sekedar tertoreh di atas lembaran kertas-kertas usang.



Jumlah Pengunjung
Sejak April 2007

Best View : IE, 1024x768 px


Powered by Yahoo Groups
© 2007 TintaKita Corporation
Design : abditea. All Rights Reserved
Powered By : blogger.com & aoshartos.com